Nabi Isa (Yesus), Nabi Lokal atau Internasional?

Tanya : 

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Pak Insan, namaku Linda. Teman cowokku Kristen sering bilang bahwa dalam Islam belum ada jaminan pasti masuk surga, semuanya masih serba insya Allah. Tapi ikut Yesus pasti selamat, karena Yesus adalah Juruselamat dunia. Katanya, asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dijamin pasti masuk surga. Saya bingung, saya tidak paham tentang ajaran Kristen. Tolong pak, saya tidak mau kehilangan dia, tapi saya juga tidak mau kehilangan aqidah saya.

 

Jawab :

Wa’alaikumussalam Wr Wb.

Mba Linda, memang tidak ada jaminan semua orang yang beragama Islam ”pasti” masuk surga, karena untuk masuk surga ada persyaratannya, diantaranya harus beriman, bertaqwa dan beramal soleh serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

”Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya” (Qs 2 Al Baqarah 82)

”Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (Qs 4 An Nisaa 124)

Dan dalam ayat lain Allah swt berfirman :

”Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (Qs 4 An Nisaa 13)

Dalam Alkitab / Bibel kata-kata masuk surga memang ada, tapi tidak ada jaminan ”pasti masuk surga”. Yesus bersabda :

”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 7:21)

Maksud ayat tersebut yaitu bila ingin masuk surga, maka lakukanlah apa yang diperintahkan Allah. Jadi percaya saja tidak ada jaminan ”pasti” masuk surga, tapi harus ada amal perbuatan yang disertai iman kepadaNya.

”Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yakobus 2:17)

Dari bunyi ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa iman saja tidak cukup tanpa amal soleh. Jadi orang Kristen yang memastikan ”dijamin pasti masuk surga” sama sekali tidak punya dalil. Justru dalam Alkitab ada ayat yang melarang memastikan sesuatu yang belum tentu terjadi, kecuali dengan menyebut Insya Allah.

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Insya Allah (Jika Tuhan menghendakinya), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” (Yakobus 4:13-15)

Selanjutnya, apakah benar Yesus Juruselamat dunia? Memang ada ayat yang menyebutkan seperti itu, tapi itu bukan kesaksian Yesus, tapi dari orang lain. Perhatikan ayat-ayat dibawah ini :

dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah (Yesus) benar-benar Juruselamat dunia.” (Yohanes 4:42)

Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. (1 Yoh 4:14)

Kata ”mereka” dan kata ”kami” pada kedua ayat tersebut di atas, menunjukkan bahwa ayat itu bukan ucapan Yesus, tapi berasal dari orang lain yang tidak jelas. Oleh sebab itu ayat tersebut sangat lemah. Al Qur`an menjelaskan bahwa Yesus (Nabi Isa as) diutus hanya untuk kaumnya saja yaitu Bani Israil.                                                              

”Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil…” (Qs 3 Aali Imraan 48-49)

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail (Qs 43Az Zuhkruf 59)

Kesaksian Al Qur`an tersebut ternyata tertulis di dalam Alkitab / Bible :

”Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus”  (Kis 13:23)

Berdasarkan ayat tersebut maka kita berani ambil kesimpulan bahwa Yesus benar seorang juruselamat, tapi sayang, beliau hanyalah juruselamat untuk  orang Israel saja, bukan untuk dunia. Hal ini dikuatkan dengan kesaksian Yesus sendiri sbb :

“Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

Yesus tidak mungkin berbohong mengatakan yang bukan haknya, karena dia tahu dan dia juga mengajarkan kepada kaumnya dengan menggunakan Perjanjian Lama,  bahwa juruselamat untuk semua manusia hanyalah Allah swt. Perhatikan ayat-ayat Alkitab sbb :

Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. (Yesaya  43:11)

Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! (Yesaya  45:21)

Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal Allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku. (Hosea  13:4)

Dari berbagai ayat Al Qur`an dan Alkitab / Bibel, sangat jelas bahwa Yesus (nabi Isa as) adalah juruselamat hanya untuk kaumnya saja, bukan juruselamat untuk seluruh dunia, karena beliau benar-benar diutus hanya untuk Bani Israil saja. Bahkan Indonesia termasuk salah satu wilayah atau negara yang dilarang oleh Yesus untuk diberitakan Injil.

“Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka” (Kis 16:6)

Karena Indonesia termasuk wilayah Asia, maka Indonesia termasuk salah satu negara yang dilarang oleh Yesus untuk diberitakan Injil. Maka sangat jelas bahwa Yesus hanyalah seorang rasul yang diutus untuk kaumnya saja yaitu Bani Israil, bukan untuk seluruh dunia, dan periodenya juga sudah selesai dan telah digantikan oleh nabi terakhir yaitu Muhammad saw.

Karena itu kami sarankan, janganlah terpengaruh dengannya, sebab jika mba Linda sampai murtad masuk Kristen, maka mba akan mendapatkan 3 kerugian, yaitu

1. Meninggalkan Nabi Muhammad saw

2.Dikira menjadi pengikut Yesus, padahal menjadi pengikut Paulus

3. Dikira bakal masuk surga, padahal masuk neraka!

Tapi jika dia masuk Islam, maka dia akan memperoleh 3 keuntungan yaitu :

1. Menjadi pengikut Nabi Muhammad  saw

2. Tidak meninggalkan Yesus, bahkan menjadi pengikut Yesus dalam arti yang sesungguhnya karena Yesus adalah Nabi Isa as, Nabi kita umat Islam juga.

3. Dengan masuknya ke dalam Islam (Muallaf), dosa-dosanya yang lampau diampuni-Nya, dan insya Allah dijaminan masuk surga.

Oleh sebab itu, jika mba tidak mau aqidah hilang dan tidak mau kehilangan dia, maka jalan satu-satunya ajak dia masuk Islam. Sebab dengan masuknya dia ke dalam agama Islam, insya Allah dia akan mendapatkan 3 keuntungan tersebut.

Kata Rasulullah saw, jika karena dakwah kalian orang mendapat hidayah masuk Islam, niscaya pahalanya bagaikan langit, bumi dan isinya. Maksudnya pahalanya sangat besar sekali. Mudah-mudahan mba bisa meraih pahala yang besar seperti itu.

 

Benarkah jika percaya Yesus sebagai Tuhan, dijamin pasti selamat?? (nantikan jawaban berikutnya)

Melayani diskusi & konsultasi berbagai kasus Islam dan Kristen. Kontak: 0815.8787.627/021.709.848.49

Advertisements

3 responses to “Nabi Isa (Yesus), Nabi Lokal atau Internasional?

  1. apakah alquran ada menyebutkan jika menjadi mualaf dosanya diampuni? jika ada tolong sebutkan!

    Thanx

  2. Anda seharusnya berpikir secara bijak.
    Pantaskah anda mengambil suatu kesimpulan hanya dari beberapa ayat dalam Alkitab?
    Bagaimana kalau orang lain melakukan hal demikian terhadap agama anda?

    Bagaimana bisa anda berpendapat kalau periode Yesus sudah habis? Adakah ayat-ayat yang menyatakan hal demikian?

    Tapi apapun yang anda katakan tentang Yesus itu, silahkan anda berpendapat. Yesus itu tidak perlu dibela karena Dia bisa membela dirinya sendiri.
    Dia mengajarkan agar manusia saling mengasihi. Ingat di Alkitab juga dikatakan,
    “Tidak ada yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Yesus”,
    “Berbuat baik dan melakukan kehendak Bapa di surga”.

    Jadi intinya “Lakukan kehendak Bapa dan percaya bahwa di dalam Yesus ada keselamatan”.

  3. binramelan binkazanmurawi

    KRISTEN BUKAN AGAMA JESUS.
    Semua umat Kristen pasti menganggap Jesus pembawa risalah dan beragama Kristen. Tetapi pemeluk Kristen pasti tidak dapat memberikan bukti bukti berlandasan hukum di kitab Bibel bahwa Jesus beragama Kristen. Diwaktu Jesus masih hidup tidak ada kata Kristen terdengar di telinga. Munculnya nama Kristen setelah Jesus meninggal dunia. Nama Kristen pertama kali dideklarasikan ketika beberapa orang dibawa Barnabas ke Tarsus untuk menemui Saulu/Paulus kemudian bersama sama ke Anthiokia. Disitulah istilah Kristen pertama kali muncul.
    Kisah para rasul 11:23-26 ”setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah bersukacitalah ia. Dia menasehati mereka supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas orang baik penuh dengan roh kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus/Paulus. Dan setelah bertemu dengan dia dibawanya ke Anthiokia. Mereka tinggal bersama sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. DI ANTHIOKIALAH MURID MURID ITU UNTUK PERTAMA KALINYA DISEBUT KRISTEN”.
    Menurut catatan sejarah yang ditulis kalangan Kristen sendiri antara lain buku ”Relegions of file” Jesus lahir sekitar 4 tahun sebelum masehi. Dan wafat sekitar tahun 29 masehi. Barnabas dan Paulus memberi nama Kristen agama yang mereka ciptakan pada tahun 42 masehi.

    Apakah Risalah Jesus masih dilanjutkan oleh agama Kristen yang dideklarasikan Paulus? Kita bandingkan kata kata Jesus dengan kata kata Paulus.

    Sabda Jesus dalam Matius 5:17 ”Janganlah engkau menyangka aku datang untuk meniadakan hukum Torat dan Kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi, SATU TITIKPUN TIDAK AKAN DITIADAKAN DARI HUKUM TORAT sebelum semuanya terjadi”.
    Lukas 16:17 ”LEBIH MUDAH LANGIT DAN BUMI LENYAP DARI PADA SATU TITIK DARI HUKUM TAURAT BATAL”
    Matius 5:19 ”Barang siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil dan mengajarkan kepada orang lain dia akan menduduki tempat yang paling rendah dalam kerajaan sorga. Barang siapa yangmelakukan dan mengajarkan segala perintah hukum Taurat dia akan menduduki tempat yang tinggi didalam kerajaan sorga. ”.
    Lukas 10:25-26 ”GURU, APA YANG HARUS KUPERBUAT UNTUK MEMPEROLEH HIDUP YANG KEKAL? JAWAB JESUS, APA YANG TERTULIS DALAM HUKUM TAURAT, APA YANG KAU BACA DISANA”.

    Hukum Taurat antara lain haram mengkonsumsi darah ”Imamat 7:26-27, Ulangan 12:16, Imamat 19:26”, yang melanggar harus dilenyapkan. Haram mengkonsumsi babi ”Imamat 11:7-8, Ulangan 14:8, Yesaya 66:17”, yang melanggar harus dilenyapkan. Haram minum khamr/minuman keras ”Hakim hakim 13:4-14, Imamat 10:8-10, Hosea 4:11, 1Efesus 5:18”. Sunat/khitan hukumnya wajib ”Kejadian 17:10-14, 21:4, Lukas 2:21, Kisah para rasul 15:1”. Yang tidak sunat tidak diselamatkan. Jenazah wajib dibungkus kain kafan ”Matius 27:58-59-60, Markus 15:46, Lukas 23:52, Johanes 19:40”.

    Jesus patuh pada hukum Taurat antara lain beliau disunat, tidak mengkonsumsi darah, daging babi, minuman keras dan menharamkan juga kepada murid muridnya dan pengikutnya. Bahkan ketika beliau wafat masih menggunakan hukum Taurat yaitu jenazahnya dikafani dengan kain lenan berwarna putih bersih. Anehnya umat Kristen mengagung agungkan orang yang namanya Paulus dibanding memenuhi perintah Jesus. Hampir jarang terjadi umat Kristen yang mengharamkan darah, daging babi, minuman keras, malahan itu makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari hari. Demikian juga sunat, kalau terjadi peristiwa sunat pada orang Kristen hal itu disebabkan faktor sosial/kebiasaan dilingkungannya. Belum pernah mendengar orang Kristen meninggal jenazahnya dibungkus kain kafan seperti Jesus. Semua itu karena umat Kristen mengikuti perintah Paulus.

    Surat kiriman Paulus kepada jemaah Roma 7:6 ”Tetapi SEKARANG KITA TELAH DIBEBASKAN DARI HUKUM TAURAT, sebab KITA TELAH MATI BAGI DIA, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut roh dan BUKAN dalam keadaan lama MENURUT HURUF HUKUM TAURAT”.

    Secara spesifik sunat/khitan dihapus Paulus melalui ”Galatia 5:2-6, 6:15”, ”Korintus 7:18-19”. Darah, daging babi dan minuman keras hukumnya haram dihapus Paulus melalui ”Korintus 6:12,10:25,Kolose2:16,Timotius4:4,Roma14:17”.

    Jika Jesus bukan pencetus Kristen lalu ajarannya berupa apa?

    1. Yang jelas Jesus masih mempergunakan syariat/ajaran Musa melalui hukum Taurat ”Janganlah engkau menyangka aku datang untuk meniadakan hukum Taurat dan Kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi, SATU TITIKPUN TIDAK AKAN DITIADAKAN DARI HUKUM TAURAT sebelum semuanya terjadi”, Matius 5:17. ”Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? Jawab Jesus, apa yang tertulis dalam hukum Taurat, apa yangkaubacadisana”.Lukas10:25-26.
    2. Mengucapkan SYAHADAT. Jesus menyatakan bahwa Tuhan itu hanyalah Allah dan Jesus hanyalah pesuruh Allah ”Inilah hidup yang kekal supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa, dan Jesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu”. Johanes 17:3. ”Maka kepadamulah ia ditunjuk supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itu ialah Allah dan kecuali Tuhan yang esa tiada yang lain lagi”. Ulangan 4:35. ”Maka jawab Jesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah, dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita. Dialah Tuhan yang Esa”. Markus 12:29. ”Dengarlah olehmu hai Israril adapun Hua Allah kita Hua itu Esa adanya”. Ulangan 6:4.
    3. Mengerjakan SHOLAT. ”Berwudhu dengan membasuh tangan dan kaki sebelum masuk rumah ibadah”. Keluaaran 40:31-32. ”Melepas kasut/alas kaki ditanah kudus”. Keluaran 3:5. Josua 5:15. ”Menghadap kiblat”. Mazmur 5:8. ”Berdo’a denganmenengadahkan tangan”. 1Timotius 2:8. ”Sujud” Mazmur 95:6. Josua 5:4. Matius 26:39.
    4. BERPUASA. Jesus melakukan puasa di bulan ke sembilan untuk memenuhi perintah Tuhan yang tertuang dalam Taurat. Yeremia 36:9. Keluaran 34:28, Matius 4:2.
    5. MEMBAYAR ZAKAT. Matius 6:2-4. Ester 9:22.
    6. IBADAH HAJI. Mazmur 84:5-7 :”Berbahagialah orang orang yang diam dirumahMU, yang terus menerus memuji muji Engkau. Berbahagialah manusia yang kekuatannya didalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah. Apabila melintasi lembah Baka mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

    Jikalau Jesus mengucapkan syahadat, mengerjakan sholat, melaksanakan puasa dibulan kesembilan dan membayar zakat kepada orang orang miskin, Berhaji maka Jesus memeluk agama apa? JESUS BERAGAMA ISLAM – PAULUS BERAGAMA KRISTEN. Jesus berkata;”AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP. TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DATANG KEPADA BAPA KALAU TIDAK MELALUI AKU”. Jika ingin mengikuti jejak langkah Jesus harus melakukan apa saja yang dikerjakan Jesus agar sampai kepada Bapa. Tetapi jika ingin beragama Kristen dan menjadi penganut Paulus, harus tunduk dan setia dengan ajaran ajaran Paulus melalui Surat Paulus kepada jemaat di Roma, 1Korintus, 2Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1Tesalonika, 2Tesalonika, 1Timotius, 2Timotius, Titus, Filemon. Secara mendasar ajaran Jesus dengan ajaran Pulus sangat berlawanan.

    JESUS MEMEGANG TEGUH HUKUM TAURAT – PAULUS MELENYAPKAN HUKUM TAURAT.
    KRISTEN BUKAN AGAMA JESUS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s