Three Bali Bomber

Ahad 09 Nop. 08 jam 00.15, Amrozi, Imam samudra dan Muklas dieksekusi mati oleh tiga regu tembak. Setelah penantian sekitar 6 tahun dalam penjara, Nusa kambangan sebagai tempat terakhir mereka.

Sepenggal sekenario hidup anak manusia yang pernah mejadi veteran Afganistan ini begitu menghebohkan penjuru dunia. Media yang juga luar biasa memblow up trio bomber ini yang konon ledakan bomnya seperti ledakan bom nuklir, bahkan TNI pun belum bisa membuat bom sejenis ini. Lalu siapa sebenarnya pemilik bom itu? Milik Imam samudra atau…. konon dua minggu sebelum kejadian, ada kapal merapat di perairan Bali dan tak seorang pun boleh mendekatinya.. lalu siapa sebenarya pelaku bom maut itu? Yang jelas Paddy’s cafe dan Sari Club porak poranda. 202 orang bule yang mayoritas warga Australia seketika itu pindah dari alam dunia ke alam kubur. Sayang sekali WNI juga ada yang turut jadi korban dalam kejadian ini.

Terlepas dari benar salahnya ketiga bomber tersebut, hendaknya kita bersikap arif terhadap kasus ini. Satu sikap proporsional diuangkapkan oleh seseorang yang saya juga ambil sebagai pendapat dalam kasus ini. Trio bomber itu tetap tidak bisa dibenarkan perbuatannya karena mungkin saja ada orang yang tidak bersalah dalam hal kebijakan Amerika yang menyerang negeri-negeri muslim. Melawan negara adidaya seperti Amerika hendaklah dilawan dengan negara juga. Apakah tidak lebih bijaksana kalau mereka membom pangkalan-pangkalan tempur atau logistik Amerika daripada hanya sebuah kafe?…

Tetapi perbuatan mereka memang dalam kategori “wajar” karena memang Bali terutama target bom tersebut memang sarang maksiat luar biasa yang membuat jiwa orang muslim yang taat terhadap agama menjadi miris dan jijik. Perzinahan, miras, pergaulan bebas dll sudah sangat biasa disana. Tentu ini bukan dari sudut pandang muslim liberal sejenis Ulil Absar Abdala, Guntur Romli, Ratna Sarumpaet, Musdah Mulia ataupun Gus Dur yang menjadi duri dalam daging bagi umat, hingga kami muslim tidak tahu mereka (UAA dan GD) sebenarnya kawan atau lawan…

manusia sejenis mereka lebih memilih jadi anjing-anjing Amerika daripada menjadi pejuang agama..mudah-mudahan mereka sadar dan diampuni yang maha kuasa. Lantas kenapa ada orang muslim yang mungkin jadi korban bom atau berada disana meskipun cuma mencari penghidupan? Mungkin karena rendahnya pengetahuan agama seorang muslim, kenapa harus mencari rizki disarang maksiat.

Pemandangan yang cukup menggelikan juga ditunjukan kepada dunia. Lihat saja ketika Tibo cs hendak dieksekusi, semua berteriak, dunia berteriak, aktivis HAM berteriak lantang. Tapi ketika terpidana mati seorang muslim, terlepas dari salah atau benarnya, apa kata dunia??? Mana suara para aktivis HAM yang membela terpidana mati karena berpendapat yang berhak mengambil nyawa hanya Tuhan,, bertentangan dengan HAM, undang-undang dll, dimana suara mereka??? Terang buat saya pribadi, mana golongan kawan dan mana golongan lawan.

Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni kesalahan-kesalahan kita, Amien.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s