Mengapa aku Golput

Pemikiran adalah puncak dari kebangkitan, dimana tidak ada kebangkitan tanpa adanya pemikiran yang cerdas tentang hidup, manusia dan alam semesta. Pemikiran yang tidak jelas tentang ketiga hal diatas akan mengakibatkan rancunya setiap kebijakan dan keputusan hidup. Lebih parah lagi akan menimbulkan kemunduran dan kehancuran suatu bangsa karena tidak berpijak pada tonggak dasar pemikiran/ ideologi yang jelas.

Orang akan mengambil satu keputusan berdasarkan tolak ukur yang dia punya. Orang kapitalis tentu akan berfikir dengan ukuran kapital/ materi dalam tiap langkah. Begitu juga dengan orang sosialis komunis, mereka akan lebih mengedepankan kekuasaan absolut manusia karena memang mereka tak percaya adanya Tuhan. Dan bagi saya orang islam tentu tidak akan berfikir dan berbuat kecuali dengan apa yang ada pada ideologi islam (Alquran dan Sunnah). Dalam konteks ini antara apa yang disebut orang dengan “islam moderat” dan “islam garis keras” adalah sama dalam prinsip. Tidak seorang muslim pun yang rela disebut sebagai muslim yang ingkar terhadap Alquran dan sunnah kecuali muslim yang hilang keyakinannya. Masalahnya adalah kaum moderat lebih yakin pada proses bertahap dalam pelaksanaan islam, tatapi kaum garis keras yakin dengan penerapan islam totalitas.

Maka salahkah apabila saya seorang muslim yang ingin menjunjung tinggi nilai-nilai islam, kemudian harus memilah dan memilih partai mana yang akan saya pilih. Sebuah partai yang akan menyuarakan nurani rakyat, menerapkan ajaran-ajaran islam yang sangat saya yakini kebenarannya dan terbukti selama lebih dari 1300 tahun mengayomi seluruh umat manusia. Saya juga akan marah dan sedih jika saya tidak di akui sebagai bagian dari negeri ini. Tapi partai-partai politik pun haruslah ngaca diri. Sudah layakkah menjadi lokomotif umat dan bangsa. Yang ada hanyalah bentuk kebohongan dan pengkhianatan tiada akhir. Partai politik tidak lebih dari lahan mencari penghidupan dimana hidup di negeri ini memang serba susah, tanpa mengurangi rasa salut terhadap para wakil rakyat yang tulus. Haruskah saya melawan nurani saya sendiri? Putus asa kah saya? Sudah hilangkah rasa optimis pada diri saya?

Partai yang tak jelas jenis kelaminnya inilah yang tidak akan membawa perubahan apapun di negeri ini. Kapitalis, sosialis atau Islam kah ideologi yang dipakai? Hampir semua tidak jelas dan inkonsisten. Lucunya lagi adalah ada sebuah partai islam yang mengaku berasas islam tetapi tidak berani mengaku kalau akan menerapkan nilai-nilai islam. sehingga saya lebih menghargai sebuah partai yang memang benar-benar lantang bersuara bahwa ideologinya adalah sekuler atau sosialis. Jadi semua nampak jelas. Meyedihkan..

Selama manusia tidak memiliki ideologi yang jelas dan pemikiran yang cemerlang, perubahan hanya sebuah mimpi. Itulah kenapa saya terpaksa golput…

Oleh: Eko_khan

Advertisements

One response to “Mengapa aku Golput

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    sudah saatnya kita ganti sistem, semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s