KHAYALAN TINGKAT TINGGI

Suatu malam yang dingin,kira-kira jam sebelas. Aku dan motor bututku melaju pelan di jalan Soetoyo kota Banjarmasin. Aku melihat seorang anak kecil dan seorang remaja mendorong gerobak dagangannya. Seketika terlintas dalam benak, apakah anak-anak seusia mereka tidak lebih baik istirahat di rumah atau belajar guna mempersiapkan pelajaran Bapak Ibu guru besok hari?… jawaban langsung kudapat, yah memang itulah tuntutan ekonomi, ditengah susah dan rendahnya kesejahteraan, manusia-manusia seperti mereka adalah mayoritas di negeri ini.

Hati kita yang keras mungin tidak jua tersadarkan dengan berbagai kenyataan tragis yang menimpa saudara kita. Bahkan mungkin kita masih merasa sebagai orang yang termiskin dan paling menderita di dunia. Ternyata masih ada orang lain yang harus lebih gigih dalam mempertahankan hidup esok hari. Melihat pemandangan semacam itu, rasanya ingin sekali marah terhadap para pemimpin dan juga kaum intelektual negeri ini yang menyebut bangsa sendiri sebagai bangsa pemalas dan terbelakang. Bagi mereka yang masih mengatakan seperti itu, ingatlah bahwa kaum miskin papa juaga memimpikan posisi seperti anda. Mereka ingin sekolah di kampus favorit, mereka ingin betamasya di Bali atau ke luar negeri, mereka ingin bermain Play Station dengan teman, mereka juga ingin bersenda gurau dengan keluarga selepas maghrib… Peterpan band bilang itu adalah “khayalan tingkat tinggi”.

Lemahnya perekonomian negara, bobroknya pemerintahan serta mental-mental korup para pejabat negeri ini semakin memperpanjang derita rakyat. Tentu yang dimaksud disini adalah rakyat miskin, mereka yang sangat menderita dengan naiknya harga sembako atau BBM dan bukan rakyat minoritas borjuis yang selalu di untungkan dengan segala macam kebijakan-kebijakan pemerintah. Sepuluh tahun reformasi hanya sekedar mengganti rezim lama dengan rezim baru, tanpa merubah apapun di negeri ini kecuali penderitaan rakyat yang ternyata semakin mengiris pedih.

Hanya satu jalan yang dapat menyelamatkan bangsa ini dari titel failed state kalau tidak mau disebut kehancuran, yaitu dengan ileng (ingat). Kita bukan orang komunis yang tak percaya Tuhan, mungkin makhluk sekapitalis Amerika pun tidak mau disebut tak berTuhan. Sadarkah kita bahwa hidup ini hanya dan hanya untuk menyembah sang pencipta, Allah SWT. Silahkan cicipi dunia, tapi tetaplah ingat tujuan kita berlabuh di planet ini. Dunia ini bagaikan penipu yang tak pernah puas. Jatuh cinta terhadap dunia adalah mesin penghancur peradaban dunia itu sendiri. Remember that!!!

BY EKOKHAN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s