Kambing

> Semprul dan kambingnya
> ————————————————————————
> Disuatu daerah pedalaman, hiduplah seorang jejaka bernama
> Semprul. Semprul ini hidup sendirian di rumahnya, cuma ditemani
> beberapa ekor kambing peliharaannya. Lama kelamaan dia tak tahan juga
> hidup sendirian (butuh wanita maksudnya).
> Karena di pedalaman nggak ada wanita, akhirnya dia memilih kambing
> peliharaannya sebagai pelampiasan nafsunya (idih).
> Dan terjadilah peristiwa itu, Semprul “main” dengan kambingnya.
> Beberapa bulan berlalu sampai si kambing tadi hamil. Semprul tentu
> kaget bukan main melihat ini. Dia sudah berpikir yang bukan-bukan.
> “wah, jangan-jangan anak gue, nih”, pikir Semprul
> Akhirnya dia menunggu sampai kelahiran sang bayi kambing tadi.
> —hari kelahiran sang bayi kambing—
> Semprul menunggu dengan harap-harap cemas ketika si induk kambing itu
> sudah mengembek-embek (kesakitan kali ya?)
> Bagian tubuh bayi kambing yang keluar pertama kali adalah kakinya.
> “Alkhamdulillah… “, kata Semprul ketika melihat yang keluar adalah
> kaki kambing. Semprul kembali menunggu.
> Bagian selanjutnya adalah tubuh.
> “Alkhamdulillah… tubuh kambing”, batin semprul.
> Akhirnya seluruh tubuh kambing itupun keluar sampai kepala kepalanya.
> “Syukur.. kambing murni”, kata Semprul berulang-ulang sambil beranjak
> dari situ.
> Baru beberapa langkah dia hendak meninggalkan kandang, mendadak dari
> belakang ada suara berteriak memanggilnya
> “Bapak, tunggu dong, Pak”,
> ketika dia menoleh ternyata anak kambing tadi yang teriak.
> Semprul pingsan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s