Alquran dan Sains Modern

Alquran dan Sains Modern
Jumat, 07-12-2007 | 00:40:13
Perbincangan tentang Alquran selalu menarik dan menggugah semangat keilmuan. Kitab Suci Umat Islam itu tiada habis-habisnya dikaji dan ditelaah berbagai kalangan, baik muslim maupun nonmuslim dari berbagai aspeknya. Hal itu tidak lepas dari keberadaan Alquran sebagai ‘kitab teragung’ Umat Islam dan dijadikan sandaran bagi kehidupan mereka.

Tulisan ini melihat Alquran dalam beberapa hal, ternyata sejalan dengan berbagai teori keilmuan modern yang dikemukakan ilmuwan. Di satu sisi, hal seperti itu meneguhkan aspek kemukjizatan Kitab Suci tersebut. Di sisi lain menunjukkan, antara Alquran dan pengetahuan modern tidak perlu didikotomikan. Sebaliknya, keduanya perlu disinergikan untuk tujuan membangun kehidupan Umat Islam yang lebih baik.

Adalah Zakir Abdul Karim Naik, seorang doktor kesehatan asal India yang ‘mengorbankan’ praktik kedokterannya untuk melakukan kajian Alquran dan Sains. Sebelumnya, Maurice Bucaille menulis buku tentang kajian asal-usul manusia dalam Alquran. Belum lama ini, Naik yang juga pendiri dan presiden Islamic Research Foundation India menerbitkan bukunya tentang wacana sains dalam Alquran berjudul Qur’an and Modern Science: Compatible or Incompatible?.

Dalam buku itu Naik menegaskan, Alquran bukan buku sains. Namun, dia menyebutnya Book of Signs (Buku tentang Tanda). Tanda itu mengajak manusia untuk menyadari tujuan hidup di Bumi, dan hidup secara harmonis bersama Alam.

Bagi Umat Islam, Alquran merupakan mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, sang penyampai risalah Islam kepada manusia. Sebagai sebuah mukjizat, Alquran di antaranya berisi tentang berbagai hal yang terkait dengan tanda keilmuan (scientific sign) yang kadang dinilai telah ‘mendahului’ teori keilmuan yang muncul kemudian. Hal itu dinilai Umat Islam sebagai salah satu aspek dari kemukjizatan Alquran, di samping aspek lain seperti bahasa yang digunakan dan petunjuk yang dimuatnya.

Dalam QS Al-Anbiya ayat 30 dinyatakan: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Terkait dengan ayat itu, Naik melihat Teori Big Bang (Ledakan Besar) mengenai asal-usul alam ini. Menurut teori itu, terjadinya alam sebagaimana diungkap astronom dan astrofisik berawal dari satu massa besar (one big mass) yang dikenal dengan Primary Nebula. Kemudian terjadi ledakan besar yang menyebabkan terbentuknya galaksi, selanjutnya terbagi-bagi menjadi bintang, planet, matahari, bulan dan sebagainya. Naik menjelaskan, Firman Allah yang menyatakan langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian dipisahkan antara keduanya sangat sejalan dengan Teori Big Bang mengenai asal-usul alam tersebut.

Alquran, Agama dan Sains

Albert Einstein menyatakan, pengetahuan tanpa agama adalah pincang dan agama tanpa pengetahuan adalah buta. Kalimat Einstein itu menunjukkan, agama dan sains jangan dipertentangkan. Alih-alih, keduanya merupakan dua hal yang perlu ‘disatukan’ untuk membuat manusia berada dalam kemajuan namun sekaligus tetap religius. Tentu saja, ‘penyatuan’ sains dan agama itu menuntut perlunya sains yang bertanggung jawab terhadap nilai kemanusiaan.

Alquran sebagai Kitab Suci Umat Islam sejak kali pertama diwahyukan sudah menunjukkan pentingnya manusia untuk ‘membaca’. Sebagian cendekiawan menjelaskan, ‘membaca’ sebagaimana terefleksi dalam ayat: Iqra’ bism rabbik al-lladzi khalaq dalam QS Al’Alaq memiliki makna sangat luas, termasuk membaca alam. Membaca alam berarti menuntut manusia memiliki pengetahuan tentang alam dan itu menunjuk pada perlunya penguasaan sains bagi Umat Islam.

Penguasaan sains jelas akan sangat bermanfaat bagi Umat Islam dalam memahami agamanya. Dengan sains, misalnya, Umat Islam akan terbantu dalam melihat masuknya bulan hijriah yang sangat penting bagi mereka. Sebagaimana sering kita dengar, penentuan bulan hijriah termasuk Ramadhan dan Syawal selain menggunakan metode hisab juga rukyat yakni melihat munculnya bulan sebagai pertanda masuknya tanggal satu. Jika dulu melihat bulan hanya dilakukan dengan mata telanjang, maka penemuan alat tertentu mungkin akan sangat membantu Umat Islam untuk melakukan rukyat dengan cara yang lebih modern.

Itu hanya merupakan salah satu contoh bahwa penguasan sains bisa membantu Umat Islam untuk memahami agamanya. Oleh karena itulah, Alquran sebagai kitab suci yang penuh petunjuk perlu terus dikaji dan ditelaah sehingga petunjuknya bisa direalisasi dalam kehidupan ini. Semoga Alquran tetap memberikan berkahnya bagi setiap orang yang memiliki kepedulian terhadapnya.

Advertisements

5 responses to “Alquran dan Sains Modern

  1. Terdapat perbedaan antara konsep “ilmu” dan “tsaqafah”.Ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh dengan metode empiris atau dengan menggunakan metode ilmiah, sedangkan tsaqofah dilandasi oleh suatu pandangan yang sifatnya khas. Alquran adalah sumber tsaqafah islam dan bukan kitab sains.
    Kesimpulan yg mengkompromikan teori sains dengan alquran adalah metode yang kurang tepat. Sebab diantaranya terdapat perbedaan metode yang bertentangan secara diametral. Teori sains yang diperoleh dari kesimpulan metode ilmiah hanya benar ketika belum terdapat teori sains lain yang membatalkannya. Sedangkan alquran kebenarannya telah bersifat final. Kekhawatirannya adalah jangan sampai ada teori sains yang kebenarannya masih relatif, dicoba untuk dikompromikan dengan kandungan alquran yang kebenarannya sudah mutlak. Nanti alquran yang disalahkan!!!!

  2. saya setuju bila dikatakan bahwa kebenaran alquran bersifat mutlak,sedangkan sains kadang bersifat relatif karena memang masih butuh pembuktian.

    kalo dalam sains terjadi pertentangan dengan alquran maka sebagi muslim kita wajib membenarkan alquran.

    kalau ada seorang muslim yang mempertanyakan kebenaran alquraan maka kita patut mempertanyakan keislamannya. bukankah begitu!!!!!!

    abang_cool
    http://who-want-the-truth.blogspot.com/
    http://kitab-investasi.blogspot.com/

  3. allohu akbar, subhanalloh, artikelnya snagt bagus sekali tolong di buat lagi yang lainya

    insya alloh kami sangat senang sekali

    jazakalloh

  4. mampir ke forum ku ya… ada quran online loh

  5. Sungguh islam adalah agama yang real dan selalu berlaku sepanjang zaman, semoga Allah swt menyehatkan ustadz zakir naik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s